Tanpa Judul

Usia mengejar asa
Umur dikejar waktu
Usaha berharap karya
Ungkapan kata berharap restu

Niat berbentuk predikat
Cara merubah kondisi
Kebersamaan tiada manfaat
Kesendirian menghempas sunyi

Hanya aku dan Mu yang tau
Sedang yang lain menerka seperti biasa
Hidup tak sebatas usaha dan doa
Lebih pahit dari kopi dan tuak
Lebih manis dari kurma dan madu

Sarip

 

Mencoba ‘Kembali’

Ada serpihan masa silam yang kelam terserak di kalbu,
Hingga menyayat hati yang perih-nya merambat menembus relung sanubari,
Akibat aku melangkah dengan tak hati-hati.

Tapi melanjutkan pengorbanan adalah pilihanku saat ini,
Meski tersayat dan terseret, tak apalah
Toh lilin juga mengharuskan dirinya meleleh,
Demi cahaya terang penantang dan penakluk gelap malam.

“Keterpurukan” menjadikan diri seseorang terbelalak akan kenyataan hidup.
Kebodohan menjadikan pribadinya tak berguna,
namun kecerdasan melahirkan sebuah pengorbanan yang begitu berat
yang bahkan tak jarang memusnahkan pribadi itu sendiri.

PAGI

Engkau semakin menggila
Mempesona dan memukat
Sepukat kopi di pagi buta
Pagiku tak selalu gembira
Siangku tak selalu berkelana
dan Soreku tak selalu berdera
bahkan Malamku jarang menyapa
Tapi, pagi ini semua berbeda
Aku ingin bijaksana
Berjiwa besar dan menerima
atas setiap detik dan helaan cakrawala
untuk berucap Syukur pada Sang Maha Kuasa
Pagi ini aku menyapa
Siang nanti semoga berwarna
Sore dan Malam selanjutnya akan kian berirama
semerdu debur ombak di pagi belia
dinyanyikan lagu kegemilangan warna emas percikan sang surya
Pagiku kini berbeda….

543554_2764183202691_157406029_n - Copy

Aku, Ayah

Malam tadi aku menemuimu “Yah”
Di pelataran rumah yang semakin menyempit oleh jalan dan pohon-pohon piaranmu
Entah kenapa, akhir-akhir ini ku rasakan Engkau semakin bawel melebihi Ibu saat aku malas madi
Seakan tak rela (tenang) berjauhan dengan sikap pengelanaku
Bisikmu yang semakin lirih meminta sapaan manja dariku yang seorang pendiam

Kita sama-sama lelaki “Yah”,
Sama-sama mengasihi dan ingin menjaga anggota kelompok kecil kita
Mungkin aku tak kan pernah bisa mengerti tahu atas setiap sikap bisumu kala itu
Ketika mendapatiku nakal membuat nangis perempuan kecilmu
Atau saat aku membuat jengkel Ibu di meja makan

Tapi, sepertinya saat ini aku semakin mengerti
Kenapa beberapa waktu dulu Engkau enggan untuk mengeluh
Jarang bersedih, selalu bersikap tegas dan tegar
Ternyata aku mendapatimu dalam setiap perilaku dan tindak polahku dewasa ini

Sebentar saat kita bertemu dan bersama
Akan banyak cerita yang aku bagi
untuk mengobati rasa khawatirmu atas kemandirianku