Hari ini

Hai Teman-teman semua….
Sehat selalu dan semangat 45..!

Mari mecoba meningkatkan kembali kemampuan menulis yang sepertinya sudah sedikit berkarat karena teralu lama tidak digunakan.

Hari ini saya ada jadwal meeting dengan sebuah perusahaan Korea di JIExpo, tapi naas nasib bekata lain saya harus terjatuh dari motor beberapa waktu kebelakang hingga tidak memungkin saya untuk bisa ke Jakarta dan menemui kolega dari Perusahaan Korea tersebut.

Berbohong demi kebaikan berlaku gak ya untuk kondisi seperti ini ? Hehehe
satu sisi saya ingin tetap melaksanakan janji saya, melainkan satu sisi lain harus bersabar pada diri senri karena tak mampu berbuat banyak. Maka solusi terbaiknya adalah menoaktifkan HP seharian ini. Entah bisa bertahan kah hidup tanpa hingar bingar meriahnya Media Sosial dan Berita di Smart Phone. Hem…. sebuah tantangan yang harus dicoba juga.

Bagaimana dengan hari kalian kawan ?? apakah menyenagkan ??

Sarip

Iklan

Butuh Pekerjaan (Menantang) atau (Nyaman)

Setelah sekain lama, awal tahun ini bisa juga posting satu artikel. Apa kabar Temans? Bagaimana dengan tahun yang telah terlewati Temans semua? Masih adakah terget yang butuh tambahan waktu (sisa tahun kemarin) untuk tahun ini?

Selalu ada terget baru dan tantangan baru dimasa mendatang, keduanya bagai pasangan serasi tak terpisahkan. Akan ada pesaing baru atas posisi baru ditemapat kerja sekarang, ada pengalaman baru atas perjalanan panjang setahun kebelakang untuk dijadikan pelajaran ditahun ini, dan seterusnya seterusnya untuk menjadikan kita pribadi yang semakin baik dan lebih baik lagi.

Menyoal pada judul artikel ini, secara pribadi saya akan jawab jika ada yang mengajukan pertanyaan tersebut kepada saya adalah: Terkadang pada saatnya saya lebih membutuhkan pekrjaan yang menantang agar semakin terpacu dan bisa mengoptimalkan potensi diri.

Nah…. kalo Temans semua, kira-kira berpendapat seperti apakah ?

Mencoba ‘Kembali’

Ada serpihan masa silam yang kelam terserak di kalbu,
Hingga menyayat hati yang perih-nya merambat menembus relung sanubari,
Akibat aku melangkah dengan tak hati-hati.

Tapi melanjutkan pengorbanan adalah pilihanku saat ini,
Meski tersayat dan terseret, tak apalah
Toh lilin juga mengharuskan dirinya meleleh,
Demi cahaya terang penantang dan penakluk gelap malam.

“Keterpurukan” menjadikan diri seseorang terbelalak akan kenyataan hidup.
Kebodohan menjadikan pribadinya tak berguna,
namun kecerdasan melahirkan sebuah pengorbanan yang begitu berat
yang bahkan tak jarang memusnahkan pribadi itu sendiri.