Kereta Listrik

Halo pals… waduh besok bakal liburan lagi nih padahal baru juga masuk kerja sehari, besok Kamis di Indonesia sudah pasti akan libur lagi aja, setelah hari kemaren juga libur. Jadi pekan ini cuma kerja empat hari kalau saya, mungkin sebagian teman ada yang hanya tiga hari. Ya… pekan ini ada dua tanggal merah yang cukup untuk sekedar santai ria bersama keluarga🙂 Oleh karena itu saya mau mengucapkan selamat berlibur pals..

Nah yang ingin saya ceritakan sore ini sebenarnya tentang Kereta Listrik atau KRL kali ya, yang kebetulan tuh rel KRL pasti saya lewati ketika berangkat atau pun sepulang kerja menuju perjalanan rumah. Nah pagi tadi kejadiannya cukup menghebohkan dan sedikit lucu buat saya karena, begini nih ceritanya :

Di salah satu jalan alternatif yang biasa saya lewati ada satu titik yang melewati lintasan Real KRL Bogor-Jakarta, pagi tadi sebut saja saya berangkat agak siangan, niatnya si agar tak berebutan jalan sama anak sekolah atau para pekerja lainnya yang harus berangkat ke luar kota (baca Jakarta) atau memang kerjanya disana yang mengharuskan mereka berangkat sangat pagi. Tapi sama saja, tetep penuh jalalnan, tetep antri berduyun-duyun di setiap belokan dan lampu merah serta anti ketika hendak melewati jembatan. Mau tak mau terpaksa harus buka Mobile phone dan memberi tahu Driver yang biasa bawa jemputan ke kantor agar supaya mau tunggu saya yang sepertinya akan sedikit telat. Di titik yang melewati perlintasan KRL yang sedang diceritakan ini sudah pasti (mutlak ini hukumnya) ngantri lama, secara tak ada yang mau mengalah karena memang semuanya juga berusaha agar tidak telat kali ya🙂 Dan perkara lain datang, berbunyi sirine pemberitahuan akan adanya KRL yang melintas [Aduh…… makin lama saja nih😦 Sudah pasti telat dah inimah]. Lewatlah sikomo dengan perlahan hingga gerbong terakhir hampir melewat kok Sirine masih berbunyi nyaring, ada petugas perlintasan yang memberikan isyarat jika akan melintas dua KRL, setelah kurang lebih lima menit berbunyi belum juga ada yang melintas baik dari arah Station Bogor ataupun dari arah sebaliknya. Dan benar saja setelah sekian lama menanti, entah kenapa tuh KRL malah parkir beberapa meter sebelum melewati jalan, dan otomatis palang kayu yang menghalangi laju lalang kendaraanpun terbuka. Seketika itu saya merasa heran [mungkin pak Masinis memang mengerti kalau saya sedang resah🙂 takut terlambat dan ditinggal oleh Driver jemputan]. Sayapun melintasi pertemuan Real dengan jalan raya tersebut dengan perasaan yang heran dan gembira.🙂

Nah Pals… apakah kalian pernah punya cerita tentang Kreta juga?

Perihal Sarip Hamid
Seorang yang sejak lama telah belajar menjadi manusia, menjelajahi samudera kehidupan dengan modal keberanian, keyakinan, dan kesabaran. Maka ia pun menemukan apa yang menjadi sebuah motto kehidupan; Think Globally, Act Locally and Keep Originally.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: