Pak POS kok gitu sih ?

Huak……. *teriak sambil lari.

Apa kabar semuanya ? semoga pada sehat dan lancar menjalankan aktivitas ibadah Shaum Ramadhan nya (bagi yg melaksanakan). Sudah sangat lama semenjak kepindahan dari Jayapura kembali ke Kota Hujan saya belom ada kesempatan untuk menghidupkan ini Blog😦 *tau sendiri lah, begitu banyak hal yang harus di bereskan dan di urus😀

Dan di saat waktu luang jam istirahat siang hari ini saya paksakan untuk melihat-lihat dan berusaha menceritakan kejadian yang baru saja terjadi. Jadi begini kejadiannya: Pertanggal 04 Juni 2013 masa aktif KTP saya sudah tidak berlaku (kadaluarsa), tapi untungnya ketika Agustus tahun lalu saya sudah membuat E-KTP dengan sedikit bantuan dari sang Ayah. Maka saya berusaha tanya sama Ayah di kampung, apakah e-ktp saya sudah bisa dipergunakan (sudah jadi), dan beruntungnya sudah jadi meski kata si Ayah harus aktifasi ulang di kantor kecamatan oleh yang bersangkutan. Jelas saja saya tidak bisa karena kebetulan sudah sibuk kerja, dengan pertimbangan daripada saya cuma berpegan pada ktp yang sudah tidak aktif dengan keberadaan saya di kota yang bukan daerah asal saya, maka saya paksa dan putuskan untuk minta tolong sama Ayah untuk segera kirim tuh e-ktp yang sudah ada tanpa harus diaktifasi terlebih dahulu dengan menggunakan jasa pak POS🙂, *karena baru ada POS jasa pengiriman di tingkat kecamatan kampungku (mengharukan…).

Tapi sayang seribu kali sayang, pak POS yang menjanjikan kiriman tersebut akan sampai di alamat saya di Bogor dengan durasi waktu hanya tiga – emapt hari, setelah hampir satu minggu belum tiba juga, maka aku coba minta no resi pengiriman ke si Ayah dengan tujuan akan dicoba untuk di cek keberadaanya di website laman resmi POS. Jelas saja ternyata paket kiriman si Ayah di tahan di kantor POS kabupaten Bogor dengan alasan alamat tidak lengkap. Maka inisiatif aku mendatangi tuh kantor POS, tapi sangat kecewa petugas POS menjelaskan bahwa paket kiriman tersebut sudah di KEMBALIKAN   ke alamat asal. Dengan nada agak sewot saya bertanya: “Kan itu ada nomor hadphone yang bisa dihubungi Mba?, kenapa gk di telphone dahulu baru di kembalikan ke alamat asal?”. Karena sedang puasa dan malas berdebat saya mengiyakan dan pulang dengan tanpa kejelasan dari kantor POS kabupaten. Dan kembali coba menghubungi Ayah agar kapan-kapan coba cek di kantor POS jika paket kirimannya dikembalikan kesna. Jelas saja si Ayah juga tidak kaget karena sudah mendapat pesan singkat dari kantor POS tentang hal tersebut dengan alasan alamat tidak lengkap. Bahkan si Ayah sempat mempertanyakan: “kok bisa sih ngasih alamat gak pake kecamatan dan kode pos?”. Saya jawab aja maaf karena dalam hati saya juga sebenernya tidak tahu kode pos sama kecamatan tempat dimana saat ini aku tinggal di Bogor :p *ToyorPakeSandal😀

Sampai saat ini masih gak tau dimana keberadaan tuh paket kiriman berisi e-ktp yang Ayah saya kirimkan pake jasa POS. Dan saat ini saya masih memegang ktp non aktif😀. ….. Selamat beristirahat siang ya Temans, Semangattt…!!!

Perihal Sarip Hamid
Seorang yang sejak lama telah belajar menjadi manusia, menjelajahi samudera kehidupan dengan modal keberanian, keyakinan, dan kesabaran. Maka ia pun menemukan apa yang menjadi sebuah motto kehidupan; Think Globally, Act Locally and Keep Originally.

10 Responses to Pak POS kok gitu sih ?

  1. Ika Koentjoro mengatakan:

    Komplen aja ke pihak POS. Masih ada resi atau bukti pengirimannya kan?

  2. yisha mengatakan:

    wah, moga e-ktp kaka bisa balik ke kaka ya ka……

  3. Ina mengatakan:

    yaelah… masnya sendiri nulisnya ga lengkap ceritanya? pak pos ga mau ngeluarin pulsa atuh…

    bt, baru ngeh udah gak di pulau sono, udah di bogor tho…

  4. pineapple mengatakan:

    Wah pelayanan pos payah juga yah. Saya juga berlangganan majalah yang dikirim via kantor pos tidak sampai-sampai. Kiriman pertama diretur karena kantor pos tidak tahu alamatnya (lha surat dari bank swasta aja nyampe kok pos bisa gak tau alamatnya), sekarang dikirim ulang sama penerbitnya dari hari senin masih belum sampai. Memang sih nama jalan di depan rumah saya tidak muncul di google maps, tapi masa kantor pos tidak bisa melacak dari kecamatan dan kelurahan yang tertera di alamat. Kantor pos oh kantor pos, masa cuma mengenal jalan-jalan besar? Bukannya mereka seharusnya yang paling tahu tentang kode pos dan alamat yah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: