Mencoba ‘Kembali’

Ada serpihan masa silam yang kelam terserak di kalbu,
Hingga menyayat hati yang perih-nya merambat menembus relung sanubari,
Akibat aku melangkah dengan tak hati-hati.

Tapi melanjutkan pengorbanan adalah pilihanku saat ini,
Meski tersayat dan terseret, tak apalah
Toh lilin juga mengharuskan dirinya meleleh,
Demi cahaya terang penantang dan penakluk gelap malam.

“Keterpurukan” menjadikan diri seseorang terbelalak akan kenyataan hidup.
Kebodohan menjadikan pribadinya tak berguna,
namun kecerdasan melahirkan sebuah pengorbanan yang begitu berat
yang bahkan tak jarang memusnahkan pribadi itu sendiri.

Perihal Sarip Hamid
Seorang yang sejak lama telah belajar menjadi manusia, menjelajahi samudera kehidupan dengan modal keberanian, keyakinan, dan kesabaran. Maka ia pun menemukan apa yang menjadi sebuah motto kehidupan; Think Globally, Act Locally and Keep Originally.

6 Responses to Mencoba ‘Kembali’

  1. MrFz mengatakan:

    kecerdasan yang memusnahkan < menarik bung ^^

  2. duniaely mengatakan:

    ditulis berdasar pengalamn pribadikah ?😛

    apa kabar ?🙂

  3. ronal mengatakan:

    kadang kita harus terjatuh untuk lebih menghargai hidup dan sesuatu…
    semangat dan yook bangkit

    nice mas😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: