Cita-cita

Hai…!!! akhirnya ada ide juga untuk bisa berbagi lagi tulisan, ditengah-tengah sibuknya liburan dan sebagainya *liburan kok sibuk ?!!!*  Jadi bagaimana temans, apakah sudah pada libur juga? atau masih ada yang belum dapat libur dari Bos nya? Kalau cuma membahas libur di Papua (Jayapura) sini enak banget *awas siap-siap ngiler* liburan itu banyak, meski kadang di kalender nasional tidak libur (baca tanggal merah) tapi kebijakan lokal biasaya meliburkan institusi-institusi pemerintah dan pendidikan *kecuali public services kali ya* apa lagi kalau sudah menyangkut perayaan hari beasr adat atau agama gitu, dan itu terbukti diakhir tahun ini yang liburnya gila-gilaan. *ini bagian yang paling seru* Aku medapati libur sejak tanggal 19 Desember *murni libur kerja* menyusul kemudian libur Natal dan disambung dengan liburan akhir tahun, hingga lengkaplah aku liburan selama tiga minggu. *awas tuh.. ilernya nyiprat di screen komputer* hehehe…

 

Udah ah… kasian, jangan terlalu berlebihan kalau bercerita kesenangan, nanti ada yang sikir dan iri *peace ahh*. Mending fokus pada judul posting aja oke, gak tau kenapa, tiba-tiba suka berfiikir dan membayangkan, sebenarnya dulu pas kecil itu bercita-cita aku pengen jadi apa ya? Kok bisa, tiba-tiba kulaih di jurusan bahasa inggris dan sekarang berprofesi sebagai paranormal (konsultan) pendidikan. Dan mengambil tempat penugasan di daerah jangkauan paling jauh dari kantor pusat. Nah… loh, jangan-jangan salah cita-cita? atau ini adalah pilihan terbaik yang pernah aku putuskan dan ini merupakan perwujudan paling nyata dari kristalisasi bayangkan dalam kata cita-cita waktu kecil dulu. Berkutat dalam pembahasan seperti itulah kira-kira kalau aku sedang termenung dan mencoba mengingat dan memutar kembali setiap pencapaian hidup ini.

* Apakah aku sudah meraih cita-cita?

* Apakah aku telah menghianati cita-cita?

* Atau seperti apa?

Yang jelas sekarang aku hidup, tumbuh, berkembang dan berubah dari masa-kemasa mengikuti setiap sesi kehidupan, ber-dewasa serta semakin melek memaknai apa itu HIDUP. Kian menyadari bahwa hidup tak sebatas mengupayakan diri menjadi individu yang bisa meraih setiap harapan, yang bisa memenuhi setiap kebutuhan dan yang bisa mencukupi setiap keinginan. Hidup tak sesempit mengenai ‘materi‘ semata, hidup tak sebatas soal espektasi dan maraih cita-cita semata. Ada sisi-sisi lain dari kehidupan yang abstrak, tak bisa divisualisasikan, tak mampu diaktualisasikan dalam bentuk dan warna. Namun hal itu menjadikan hidup terasa lebih bermakna, dan/atau bahkan itulah tujuan (cita-cita) utama setiap manusia; Bahagia, yapz… BAHAGIA adalah kondisi abstrak yang sering sebenranya orang dambakan, diupayakan dengan berbagai cara dan usaha. Bahagia adalah ungkapan kata yang sulit didefinisikan, tapi sangat mudah difahami setiap orang. Bahagia tidak perlu dijelaskan dengan istilah dan kata-kata yang ‘WAW’, bahagia cukup dirasakan dan diterima untuk bisa dimengerti. Bahagia adalah kedamian dalam kalbu, bahagia adalah kepuasan dalam pemikiran, bahagia adalah kemampuan untuk berbagi.

Kemudian, bahagia inilah yang direfleksikan dalam berbagai bentuk dan jenis tindak ucap dan perbuatan manusia dalam kehidupan. Dan menjadilah sebuah profesi, jabatan, status sosial dalam ungkapan cita-cita yang merujuk pada masing-masing pemahaman, keyakinan dan cara pandang setiap pribadi dalam cara (usaha) untuk meraihnya. Maka dalam setiap cita-cita manusia sebenarnya adalah “ingin jadi dokter agar bahagia” dst. Jadi, tak masalah cita-citaku dulu mau jadi apa, tak menjadi soal dewasa ini telah sampai mana perjalanan kehidupanku, karena bahagia adalah tujuannya. Sekarang adalah bagaimana aku bisa mensyukuri setiap detik kehidupan yang ada, bagaimana aku bisa menerima setiap karunia tanpa mendustainya, bagaimana aku bisa berbagi meski hanya sebuah tawa dan canda.

Bagiku, bahagia adalah saat aku menyadari kehidupan ini. Bahagia itu saat aku tak mendustakan setiap karunia yang telah diberikan oleh sang maha pemberi. Bahagia itu saat aku mampu berbagi meski hanya sebuah seyuman.

67326_520221057988569_65446629_n

 Selamat hari Selasa temans… Smile

Perihal Sarip Hamid
Seorang yang sejak lama telah belajar menjadi manusia, menjelajahi samudera kehidupan dengan modal keberanian, keyakinan, dan kesabaran. Maka ia pun menemukan apa yang menjadi sebuah motto kehidupan; Think Globally, Act Locally and Keep Originally.

40 Responses to Cita-cita

  1. Ina mengatakan:

    asli ngilerrrr… aku ngambil cuti hari kecepit aja sambil ‘malu-malu’… duh.
    btw, cita2nya belajar bhs inggris kah? aku dulu gtu sayang nyasar pajak.

  2. chrismanaby mengatakan:

    Screen komputer udah basah kuyup, ganti ember yg udah penuh,….😛 *puas lo*
    Tapi ikut senang juga jika baca hal2 yg menyenangkan sprti ini (aseli loh)
    Happy long weekend yaa,.. nice day😀

  3. Fauzan mengatakan:

    So, apakah membuat orang lain “ngiler” dengan kebahagianmu, membuatmu bahagia?

    Hufh!

    #tarik_selimut

  4. Ilham mengatakan:

    asiknya liburan. bisa lari2 romantis di pinggir pantai ya mas.😆
    suka kata2 yang ditempel terakhir.

  5. Ely Meyer mengatakan:

    masuk ke pantai sana hrs bayar ?

    dan bahagia itu bisa kita ciptakan sendiri, ndak perlu dicari

    • sarip2hamid mengatakan:

      yupz.. nasuk pantai itu ada tarifnya klo pake roda 4 berapa klo pake roda 2 berapa, pas sudah masuk di pantai mau pake gajebo itu mesti bayar lagi dan gila-gilaan harganya, nanti pas mau pulang di tagih lagi uang parkir kendaraan *haduhhh pokoke pantai di jayapura itu muahal-muahal* hahah

      Setuju Mba El, bahagia itu bisa diciptakan🙂

      • Ely Meyer mengatakan:

        wow .. baru tahu aku mau masuk pantai bayar mahal bgt, apa memang pantainya dipagari ya ?

        jd mikir mungkin dibuat begitu agar ornag tak seenaknya masuk dan menyalahgunakan pantai ya, andai dibuat gratis

      • sarip2hamid mengatakan:

        wehh Mba El, jangan salah wisata pantai di jajapura itu muaha di ongkos🙂 heheh

        suka sebel juga sebenarnya, tapi ya mau gimana lgi, pendatang kaya saya (dan yg lain) gak terlalu banyak bertingkah, yg penting gak ganggu dan gak diganggu itu sudah oke..🙂 hahah

      • Ely Meyer mengatakan:

        ya khan aku belum pernah ke sana, dulu tahunya cuma pantai di Jawa saja ya , sama Bali yg ngak hrs bayar kl mau masuk, jadi agak heran juga kalau di sana hrs bayar

        emang ada perlakuan beda ya dr penduduk setempat dgn pendatang baru ?

      • sarip2hamid mengatakan:

        iya emang beda klo sama di jawa dan di bali🙂 hehe😀

        yah, ada perlakuan beda antara pendatang dan warga lokal, karena (sebagian) mereka kan beranggapan klo pendatang itu cuma mau memperbudak warga lokal sana, yah sisilainnya kan ise mereka ingin memisahkan diri dari Indo juga. banyak deh hal2 rumit gitu disi tu🙂 yg jadi korban pendidikan terbengkalai dan ekonomi tidak berkembang🙂 suka miris *kasia* juga sebenarnya, tapi mau gimana lgi ?

      • Ely Meyer mengatakan:

        jadi begitu ya ceritanya, wah pasti memang perlu hati hati juga ya buat pendatang lokal bertindak tanduk di sana, namanya juga pendatang baru di mana mana memang biasanya harus ebradaptasi dgn keadaan setempat

      • sarip2hamid mengatakan:

        yup… maksud pendatang sama lokal disini itu ras loh Mba El, jadi lokal itu ya suku alsi papua dan pendatang ya pendatang warga bukan suku asli🙂 hehe

      • Ely Meyer mengatakan:

        jd suku aslinya di sana itu yg suku irian itu ya ? kalau suku dr daerah lain khan emang masuk pendatang ya

      • sarip2hamid mengatakan:

        yupz iya gitu, tapi justru ya ekonomi papua itu yg menjalankan adalah org pendatang semua, makanya mereka selalu beranggapan pendatang itu memperbudak warga lokal, suka dilematis klo udah ky gitu🙂 hehe

      • Ely Meyer mengatakan:

        wah susah juga ya kalau mereka berpikiran spt itu

      • sarip2hamid mengatakan:

        iya Mba suka serba salah jadinya, sifat org asli sini itu pendiam, pemalu dan mudah tersingung, klo dah tersingung gak pikir panjang//🙂 dan rasisme masih sangat kentara.

        Kaya misal ada org berantem (pedatang sama org lokal) dan misalkan sampe ada korban meninggal dari warga lokal, maka yg suku lokal tersebut aka balas dendam terhadap semua yg sesuku sama si pendatang tadi. jadi agak riskan juga sebenarnya🙂 hehe dan secara otomatis jadi pemukiman disini itu berkoloni per suku gitu, makanya kampung Ambon (misal0 kampung buton dll gitu. kecuali org jawa🙂 yg dimana2 juga ada😀 heheh

      • Ely Meyer mengatakan:

        wadeww .. ngeri begitu ya kalau sampai ada balas dendamnya sampai semua yg sesuku sama pendatang, itu namanya balas dendam buta dong ya

        tapi selama ini kamu nggak ada masalah dgn mereka khan ya ?

      • sarip2hamid mengatakan:

        iya ngeri makanya hidup disini teori yg aku dapat dari sopir taxi yg sama2 pendatang juga heheh “hidpu di sini itu Pak, jangan terlalu berani resikonya mati, tapi ya jangan terlalu takut nanti Bapak diinjak0injak sama mereka”🙂 hihihi

        Suatu ketika aku sedang duduk di ruang tamu diruang guru sekolah yg aku dampingi, seketika itu tanpa aku tau sebab dan hal perkaran ada orang (laki2 seumuran sama aku lah) bawa gunting pemotong seng yg besar dan bawa skop (alat angkat pasir) dilemparnya itu sekop untuk menghantam jendela ruang guru yg aku saat itu sedang berada tiadi, BRUAKK….!!!! aku pikir ada anak iseng lempar kaca jendela dengan tanah atau apa, pas aku perhatikan kok ada org sedang marah2 dan memecahkan semua kaca jendela ruang guru tersebut dengan teriak dan segala macam rupa, aku berada didalam ruang kantor gak bisa kemana2 cuma bisa diam dan berharap dia tidak masuk kedalam ruang tersebut dia. itu kejadian waw lang langsung aku saksikan dengan kepala mata sendiri bagaimana warga lokal sikap dan sifatnya yg tidak berfikir panjang. sejak saat itu aku lebig berhati-hati dan jaga jarak🙂

  6. chikuwiw mengatakan:

    waw…ngiri nih sama yg sibuk liburan hahaa…mari menjadi pribadi yang slalu bersyukur dan bahagia..semangatt semangatt ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: