Lampion Harapan

Mau cerita lagi nih, tentang keunikan dan kreatifitas salah seorang guru sekolah pendampingan. Beliau sebenarnya guru agama di sekolah, namun karena seringnya ada guru yang tidak masuk maka kadang beliau juga merangkap jadi guru kelas. Dan seketika waktu saya mendapatinya sedang mengajar mata pelajaran KTK (Kerajinan Tangan dan Keterampilan). Idenya unik, kreatif, ramah lingkungan, sederhana namun sangat BERMAKNA Smile

Saya katakan sederhana dan ramah lingkungan karena kreatifitas dan kerajinan tangan ini menggunakan bahan bekas atau memanfaatkan ulang bahan tidak terpakai yaitu berupa botol minuman ukuran sedang. Jadi begini cerita jelasnya. Ibu guru tersebut berencana untuk membuat sebuah lampion sebagai bahan prakarya anak-anak kelas tiga.IMG-20120926-00114

Seperti yang sudah saya bilang sejak awal, bahan yang digunakan adalah botol plastik bekas air minum atau yang sejenisnya dengan ukuran sedang. Kemudian bagian bawah botol sengaja diiris memanjang (tidak melingkar) untuk bisa membentuk seperti sebuah labu (sedikit agak bundar bagian bawah botol tersbut) yang nantinya akan diisi oleh udara dalam baln yang dimasukan kedalam botol tersebut. Tidak usah saya ceritakan bagaimana cara memasukan udara kedlam botol tersebut bukan? karena sudah pasti jawabannya adalah ditiup. Kemudian bagian ini yang menurut saya menakjubkan, jadi Lampion tersebut tidak hanya sebatas mainan hasil karya anak siswa kelas tiga, melainkan sebagai tempat untuk menaruh sebuah cita-cita atau harapan yang hendak dicapai oleh setiap anak ketika besar kelak. Jadi setiap anak diperintahkan untuk menuliskan sebuah cita-cita dalam kertas ukuran kecil kemudian digulung dan dimasukan kedalam lampion tersbut, lampinnya akan digantung di depan kamar tidur masing-masing untuk bisa menjadi pengingat, penyemangat dan penjaga cita-cita harapan tersebut sampai suatu saat nanti mereka baisa meraihnya.

Kreatif kan guru tersebut ? kalau menurut saya itu tidak hanya kreatif melainakan sangat meaningful. Ibu guru tidak hanya mengajarkan kreatifitas dengan memanfaatkan barang bekas pakai, melainkan juga mengajarkan sebuah nilai kehidupan, dimana hidup harus memilki tujuan yang dengan tujuan tersebutlah kita akan berupanya untuk menjalani kehidupan agar meraih apa yang menjadi tujuan tersbut, sehingga hidup terasa lebih hidup Smile.

Happy Thursday Temans.. Smile

Perihal Sarip Hamid
Seorang yang sejak lama telah belajar menjadi manusia, menjelajahi samudera kehidupan dengan modal keberanian, keyakinan, dan kesabaran. Maka ia pun menemukan apa yang menjadi sebuah motto kehidupan; Think Globally, Act Locally and Keep Originally.

48 Responses to Lampion Harapan

  1. nengwie mengatakan:

    Jempooll…. disini ada acara muter2 sekeliling bawa-bawa lampion, biasanya buatan sendiri juga..anak-anak TK tapinya🙂

  2. nengwie mengatakan:

    Salut teteh sama gurunya… jadi ingin tau, kira2 apa yanng anak2 tulis yaa…

  3. Harmony Magazine mengatakan:

    Wow!
    Gurunya kreatif banget… saya berasa flashback 17 tahun lalu … saat masih jadi murid SD.🙂

  4. Deeniah mengatakan:

    …Saluut sama bu guru Penggantinya, menarik banget.. Yaa pake gantungin cita” di kamar sbg pengingat n penyemangat…
    Jd ingat sama film “….” Lupa judulnya ツ ħεεħεε , bikinan Ari Sihasale.. Tentang cita2 anak negri di daerah pelosok, Ɣªήğ juga diminta menuliskan cita n harapannya, lalu dimasukkan ke dalam botol.. Lalu digantungkan di sebuah pohon🙂.
    Asal ƍäª spt guru SDku dulu… Meminta anak” menyebutkan cita”nya dgn keras, sehingga semua tahu dan hapal dgn cita” masing”. Tp dikemudian hari kalo seorang murid nilainya jelek.. Àtau bikin salah… Cita”nya itu malah dijadikan bahan olokan😦 , bahkan oleh guru Ɣªήğ bersangkutan. Si guru tsb bilang ” mau jadi Polwan… Begini aja g bisa!!! Mana bisa jd Polwan !!!”.😥 itu Ɣªήğ pernah dibilang ke aq.. Emang skrg g jd Polwan sih!!! Tp memori ttg guru tsb bukan memory Ɣªήğ baik buat aq, malah jd trauma.. Semoga Guru, orang tua, àtau pembimbing selalu tahu apa Ɣªήğ herus diucapkan, àtau dilakukan untuk menyemangati anak didiknya..🙂 .

    • sarip2hamid mengatakan:

      wehh.. iya sepertinya itu sering terjadi deh Mba Deen. dan itu memang keliru meski mungkin maksud guru tersebut baik, karena hendak memotivasi yg maksudnya adalah yahh klo mau jadi polwan harus bisa, jangan ndak bisa..🙂 *edisi Bijak*
      Jadi satu pelajaran yg aku dapatkan selama jadi orang praktisi dunia pendidikan *asli pencitraan* adalah guru sebagai gerbang keberhasilan setiap org, maka guru harus mampu tidak hanya menunjukan jalan kesuksesan melainkan mampu mengantar siswa menjadi org yg siap melangkah melwati pintu gerbang pembatas kondisi menuju kearah yg lebih baik..🙂
      Insprirasi kata2 dari seorang Ibu *skg seorang HRD perusahaan multinasional* yg menceritakan kisahnya, berkas seorang gurulah ia mampu menjadi manusia yg menyadari potensi keuksesan yg ada pada dirinya.🙂

      • Deeniah Al Ahmar mengatakan:

        Iyaa.. Setiap org Ɣªήğ ada di lingkungan anak, sadar / tidak sadar membawa pengaruh pada perkembangan dirinya. Qt tdk pernah tahu sosok mana Ɣªήğ di dengar àtau lbh diperhatikan oleh seorang anak. Jika kata” Ɣªήğ tdk bijak dikeluarkan oleh org Ɣªήğ selalu “didengar” maka kata” tsb akan selalu diingat bahkan bisa mempengaruhinya. Sebaliknya.. Jika kata” bijak keluar dr org Ɣªήğ tidak dia inginkan/ dengar maka kata” itu hanya berlalu bgt saja.
        *teoriku sendiri* Kalau jadi guru aq berusaha jd orang Ɣªήğ bisa dipercaya oleh murid.. Dulu wkt masih ngajar di sekolah.. ツ ħεεħεε. murid2 kalo istirahat dtg ke Lab Bhs. Inggris curhat keluarga smp pacar. Smp skrg jd temen Fb manggil kakak😀
        Jd g perlu menciptakan jarak Ɣªήğ terlalu jauh.. Asal guru tahu bersikap murid” g akan ngelunjak kok😉
        Yaah.. Jadi ({}) Ƙά̲̣̣̣̥ηG̲̣̣̣̥є̲̣̥η ({}) disekolahan lagi😀

      • sarip2hamid mengatakan:

        weh… injih banget tuhh Ibu Guru..🙂
        asyikkk udah punya terio sendiri nih… sebenarnya banyak kok teoi yg menjelaskan hal2 seperti itu, nsmun terkadang guru hanya sebatas mengetahui teori2 pendidikan dan perkembangna sebatas menjdi pengetahuan tanpa berusaha di fahami dan menjadi sebuh keyakinan yg menjdi dasar mereka dlm melksanakan tugas mulia yakni ‘mendidik’ anak bangsa.. *ayee.. edisi Mendikbud*
        Yupz… gak perlu menciptakan jarak, namun berusaha membangun karakter agar siswa ttp bisa bersikap juga sebaliknya guru tsb.

        Hehehe… maen atuhh ato silaturahmi ato jadi guru tamu aja di sekolah lagi.. sesekali sebatas untuk menyalurkan hasrat dan mengobati rasa kangeng *edisi Psikolog :p * 😀

    • chrismanaby mengatakan:

      Filmnya “Serdadu Kumbang” kalo nggak salah😀

  5. Ely Meyer mengatakan:

    keren lampionnya😛

  6. luxi89soulmate mengatakan:

    keren..kalo aku jd guru nanti..anak2 bakal kuajak bikin time capsule😀

  7. arnize mengatakan:

    wahhh bagus bgt idenya,, waktu aku sd dulu malah gak ngerti apa itu impian lho,wkwkw -____-

  8. info yang sangat menarik gan…salam kenal ini kunjungan perdana saya.
    ditunggu kunjungan baliknya yaa

  9. princesfarah mengatakan:

    datang berkunjung lagi…
    saran dari newbie luangkan waktu untuk cek halaman komentar takut ada koment teman yang belom di setujui atau masuk ke folder spam heheheh

  10. oomguru mengatakan:

    Ada2 aj dah guru jaman sekarang.
    Kalo guru jaman dulu ngga ada yg kaya gitu,, soalnya botol akua’nya jg kaga ada

  11. izzawa mengatakan:

    baguss banget mas……😉
    mau coba juga ah…

  12. cerita ngeblog mengatakan:

    ikut menyimak..salam kenal sobb

  13. pelancongnekad mengatakan:

    Keren coyyyyy…bisa didaur ulang begitu
    W diajarin napa?!🙂

  14. Orin mengatakan:

    “lampion harapan”, cantik sekali istilahnya Sarip…

  15. novsabatini mengatakan:

    Iya, bener.. meaningful.. dan pastinya akan melekat kuat & jadi penyemangat di hati anak-anak..🙂

  16. NAC eye drops mengatakan:

    Untuk bisa berubah ke arah yang baik atau ke arah yang kurang baik, maka model atau ”suri teladan” punya peran yang cukup penting. Kalau sekarang kita lihat gaya hidup dan prilaku anak-anak muda sekarang cenderung berubah dan tampak aneh dimata famili dan orangtua. Itu semua karena mereka terinspirasi dan mengikuti model yang mereka lihat- mungkin dalam media elektronik atau cetak dan bisa jadi figur yang mereka pungut langsung di jalanan raya sebagai panutan hidup. Syukur bila bila figur atau model yang mereka pungut tersebut bermental, berakhlak, berpribadi dan berwawasan baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: