Ku Ungkapkan Tentangmu dalam Sepucuk Surat

Semenjak pertama kali bertemu, aku berharap suatu saat akan ada sebahagian waktu yang kumiliki bersisa dan terhabiskan untuk menemanimu. Sejak pertamakali kamu menyapaku dengan keliru, maka saat itu juga aku merelakan dan berterima untuk dipanggil dan disapa dengan nama salah. Meski sebelumnya aku akan sangat marah seandainya seseorang memanggil dan menyapaku dengan keliru. Aku tak terbiasa menceritakan apa yang menjadi akibat atas sebuah pilihan dalam hidup ini, bahkan kepada Ibu dan Ayahku, namun sejak kau paksa untuk bercerita tentang kondisi yang aku alami, entah kepana akupun menceritakannya dan tanpa berharap untuk kamu anggap sebuah keluahku. Sejak perbedaan pendapat dan pemahaman yang sering terjadi antara kamu dan aku, sejak saat itu pula aku mulai belajar untk memahami dan menerima setiap usulan dan pendapat yang kamu ajukan, meksi sejujurnya kadang itu terasa memberatkanku.

Aku menjadi tak thau siapa yang lebih baik aku kabari ketika sakit menjumpai di tempat ini, maka ketika kamu  menjadi orang yang bawel pertamaklinya menanyai dan memastikan kondisiku, semakin menumbuhkan rasa bahwa kamu adalah impianku. Semakin aku berbeda pandangan dan beradu argument denganmu, semakin aku bisa memahami setiap sikap dan sifat yang tersembunyi dalam dirimu.

Tahukah kamu, kemarin sejenak kita pernah bertemu, waktu itu sesaat kita pernah berdiskusi, dan pertamakali kita bertemu di waktu aku mendapatimu dengan sebuah perbincangan yang mendiskusikan masalah pilihan dalam hidup. Rangkaian waktu dan kejaian semua itu menjadi pemanis dalam getirnya kehidupan yang aku jalani.

Aku hanya berharap, apa yang aku rasakan bukanlah khayalan, melainkan kebenaran yang juga bisa kamu rasakan, sehingga mendatang kebersamaan dan kebahagiaan menjadi bingkai kebersamaan kita dalam sebuah perjalanan menuju kedamaian abadi.

Ingin segera aku ungkapkan setiap percikan perasaan yang membara dalam benak dan jiwa ini, namun terkadang jarak membayangi itu semua, namun terkadang niat masih dipengaruhi oleh khayalan-khayalan kemungkinan yang menipu.

Namun aku akan selalu yakin, bahwa kamu adalah pribadi yang baik, yang berada pawa waktu dan kesempatakn yang tepat sehingga bisa hampir memenuhi setiap ruang dalam relung jiwa, dan Tuhan maha tau yang akan terjadi antara kamu dan aku adalah yang terindah untuk bisa kita jalani bersama.

Rindu dan piluku mengiringi setiap resah dan peluhmu oleh kejamnya kesibukan memperdulikan masadepan.

Perihal Sarip Hamid
Seorang yang sejak lama telah belajar menjadi manusia, menjelajahi samudera kehidupan dengan modal keberanian, keyakinan, dan kesabaran. Maka ia pun menemukan apa yang menjadi sebuah motto kehidupan; Think Globally, Act Locally and Keep Originally.

9 Responses to Ku Ungkapkan Tentangmu dalam Sepucuk Surat

  1. Toip Tea mengatakan:

    Siapa Tuh ” Kamu”… hee… Smg smwa Impina kalian sllu di mudahkan…

  2. subhanallah…. tulisan abang bagus🙂
    siapakah gerangan “dia” hehehe
    lanjutkan bg!!!, semangattt !!!

  3. subhanallah…. tulisan abang bagus🙂
    siapakah gerangan “dia” hehehe
    lanjutkan bg!!!, semangattt !!!

  4. Fauzan mengatakan:

    Aih! Ketinggalan cerita nih kayaknya aku. Jadi, kapan nikah dengannya? Nunggu Program selesai? Kelamaan Bro! Hajar sudah! Hahahahahaha

  5. novsabatini mengatakan:

    Waw.. So sweet..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: