Ulangtahunku yang Aneh

SAMSUNG DIGITAL CAMERAHari ke empat bulan Juni tahun ini, –ahh…, ternyata hari Senin– artinya hari pertama untuk memulai setiap rutinitas di tempat pendampingan sekolah. Dan ohh…. no,no…, makin berkata –“ohh…, Tuhan, benar-benar saya tidak mau melewati hari ini— hati ini. Sesaat ketika ku lihat buku agenda harian, tertulis dengan sedikit acak-acakan dan ada beberapa coretan “deadline dapat dan booking hotel untuk Trainer”. Yupz… hari Selasa dan Rabu keesokan harinya ada kegiatan pelatihan perdana untuk teman-teman guru di sekolah yang aku bimbing di Jayapura ini. Yang artinya Senin (4/62012) adalah hari terakhir untuk memastikan semua persiapan telah beres dan dipastikan kegiatan berjalan sesuai rencana di esok hari H. Jadi jadwal hari ini harus ke sekolah untuk menyiapkan tempat, kemudian hunting hotel untuk menginap para Trainer; benar-benar hari yang sepertinya akan sedikit melelahkan. Lebih dari itu semua, hari  tersebut sebenarnya hari  ulangtahunku yang ke 23, tepat empat Juni 23 tahun yang lalu Ibuku berhasil dengan sukses memberikan pengalman pertama untuk putera satu-satunya ini merasakan atmospir kehidupan dunia. Begitu aku lihat buku agenda harian dan merinci setiap rencana kegiatan yang harus aku kerjakan hari ini, serasa tak bernuansa Hari lahirku, sungguh benar sangat terasa berbeda dengan tahun-tahun kebelakang. “Hari ini harus dijalani sesuai rencana dan semoga sukses…!” tekatku bulat menyakinkan diri berbisik seperti itu. Maka aku berngkat ke Diknas kota Jayapura untuk bertemu salah satu pejabat –weehhh… pejabat Bo— dinas pendidikan dan pengajarannya. Dan ternyata hari itu ada apel pagi, pengumuman SK CPNS dan Ibadah diawal minggu pertama bulan Juni. Sekalai lagi hatiku berteriak: “DAMN… hari ini memang penuh dengan surprise dan sangat menyebalkan”, terpaksa mencicipi aktifitas tak mengenakan di pagi hari yang gerimis waktu itu ; “menuggu“ hingga kegiatan rutinitas mingguan itu selesai untuk bisa bertemu dengan pejabat tersebut. Menuggu adalah hal menjemukan; benar adanya istilah tersebut aku rasakan, entah karena terbawa suasana atau menag karena itulah fakata dari menunggu. Hanya berdiri dan otak-atik cellphone yang bisa aku lakukan sementara waktu untuk membunuh setiap detik dalam menunggu. Setelah sekian lama akhirnya gerombolan orang mengenakan pakaian dinas keluar dari tempat pelaksanaan rutinitas mingguan di kantor tersebut, satu persatu aku perhatikan setiap yang keluar aku perhatikan, belum juga aku jumpai belaiu –orang yang hendak aku temui— padahal wkatu sudah menujukan “pagi sudah beranjak menjauh” dan aku masih punya janji menghadiri rapat pembahasan THB (ayo… ada yang masih inet gak, apa itu THB?) di sekolah dan akupun berniat menyampaikan beberapa informasi terkait kegiatan pelatihan esokharinya.

Selesai urusuan dengan pejabat diknas ini, segera aku berlari menuju my next destination. Yupz…sekolah adalah tempat yang harus bergegas aku tuju karena sudah ditunggu guru-guru yang sebelumnya padahal aku janjikan  akan ada pertemuan pagi itu. “Maaf bapak dan Ibu guru, saya telat” sapaku ketika memasuki ruang guru –dengan menujukan muka sokk… merasa berslah—. It’s my show time; ocehanku dimulai dengan tiga jenis salam: Assalamu’alaikum wr wb; salom; salam sejahtera untuk kita semua, disempurnakan dengan sapaan “Selamat pagi rekan guru semua”. Hingga takterasa tengah hari sudah bersandar di dermaga waktu Dzuhur, it mean stop talking and must be end my speech now. Dan jamuan makan siangpun telah disiapkan oleh teman-teman guru.

Sebenarnya, aku berniat mampir di toko kue dan hendak membeli :

ultah23

Namun sayang seribu kali sayang, waktu sudah tak memungkinkan untuk melakukannya –ha.ha.ha semoga bukan di anggap modus dan alasan, karena memang sebenarnya gak NIAT beli—. Kemudian melakukan ritual berdoa sebelum kemudian aku tiup api menyala di angga duatiga. Tapi apa dayalah hari ini aku tidak sempat hanya untuk sekedar pergi ke toko kue dan memesan nya untuk aku bawa ke sekolah, huft.

Maka kedewasaan sikap, kelapangan dada dan  profesionalisme yang mamapu menjelaskan itu semua sehingga masih tetap semangat dan kuat menjalani setiap aktifitas hari itu. Mencoba mencari alasan agar bisa memaknai apa sebenarnya sikap yang tepat sebagi bentuk rasa Syukurku pada-Nya atas setiap keindahan, kenyamanan, keleluasaan waktu, setiap kesempatan dan anugerah serta pencapaian hidup hingga berpuluh tahun lamanya. Makana sebenarnya dari hari ini adalah Jatah usiaku untuk menjalani kehidupan kian berkurang, memang jumlah hitungan usia bertambah tapi hitungan jatah hidup sebenarnya berkurang. Itulah hal yang aku coba sampaikan pada diri, sehingga harus tetap aku jalani kehidupan ini dengan mengoptimalkan setiap potensi diri dan menjalani setiap tantangan sekemampuanku dengan memaksimalkan segala sumber kehidupan yang telah Tuhan berikan dan anugrahkan dalam kehidupana ini. Makna yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang aku rasakan di hari jadiku dalam kehidupan ini. Masa lalu bukan menjadi patokan untuk menjalani kehidupanku sekarang, karena masih ada masa depan yang perlu aku rencanakan dan fikirkan secara benar dan serius. Masa lalu adalah pengalaman, kenangan yang takkan lekas usang, memory yang tak bisa terhapus dan potret kehidupan yang akan menjadi bahan cerita serta aku kenang dimasa mendatang. Jadi meski masih banyak kejadian yang sepertinya semakin menjadikan hari ulang tahunku semakin tak terasa manis, tetap bisa aku jalani dengan penuh rasa Syukur dan lapang dada. taken from Internet

Perihal Sarip Hamid
Seorang yang sejak lama telah belajar menjadi manusia, menjelajahi samudera kehidupan dengan modal keberanian, keyakinan, dan kesabaran. Maka ia pun menemukan apa yang menjadi sebuah motto kehidupan; Think Globally, Act Locally and Keep Originally.

18 Responses to Ulangtahunku yang Aneh

  1. yisha mengatakan:

    happy bday happy bday happy bday happy bday happy bday yaaaaaaaaaaa……….. 🙂

  2. rianaadzkya mengatakan:

    Selamaaaat bertambaaaah tua yaa.. ^_^

  3. jaka mengatakan:

    eheheh,, selamat ultah… sukses..

  4. birthday party mengatakan:

    nice story🙂

  5. Nchie Hanie mengatakan:

    duuh ada yang ultah selamaat ya..
    kunjungan balik..
    haii salam kenal kembali yaa..

  6. chrismanaby mengatakan:

    Meskipun telat tp pngen ngucapin, Selamat tambah usia, berkurang umur, apa bedanya yak ???*mikir keras*
    waa berarti kita terpaut 1 tahun pas yaa😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: