Tugas Pertamaku -“Jayapura”-

DSCN120114 April 2012 menjadi hari kesekian kalinya aku mendapatkan panggilan untuk bergabung dalam sebuah institusi pendidikan –yah mungkin bahasa kerennya “Panggilan Kerja” –, dan sore itu aku merasa lebih tertantang karena ditawari untuk bertugas di Jayapura – Papua, daratan yang berjarak puluhan ribu kilo meter dari tempatku sekarang berada –. Perlu sedikit mengerutkan jidat untuk memberikan jawaban atas tawaran tersebut, karena aku adalah orang yang terbiasa cepat memutuskan segala hal namun terkadang menjadi banyak pertimbangan setelah berada dalam situasi dan kondisi tersebut. Yang menjadi perkara dalam benak saat itu adalah ini tantangan yang sangat besar bagiku, ini kesempatan yang selama ini aku harapkan –bisa keliling Indonesia gratiss– dan ini adalah masalah hidup yang tidak bisa aku anggap enteng begitu saja. Aku tidak pernah berharap medapatkan kekecewaan kelak setelah melewati fase ini, baik dengan jabawan menerima atau menolak tawaran tersebut, maka aku perlu pendapat dan perspektif pemikiran lain untuk bisa memutuskan hal ini, bertanya adalah pilihanku dalam waktu beberapa jam saja sebelum aku wawancara dengan pihak yang menawarkan pekerjaan ini pukul 11 W.I.B besok siang. Dan memang hanya sekejap saja semalam aku tidur, adzan subuh berkumandang sebelum fajar mengusir gelap, bahkan tak perlu menunggu 10 jam untuk segera melangkah menuju tempat pertemuan yang menjadi penentu kebesaran atau kekerdilan hidupku di masa depan, tempat yang akan menjadikan aku menyasal atau merasa bangga setelah meninggalkannya. Ya…. tempat ini penentu sebagian besar hidupku untuk paling tidak selama satu tahun kedepan. Sebuah ruang berukuran tujuh kali delapan meter dengan warna cat tembok putih dan masih sedikit berantakan karena masih dalam proses perbaikan, meja dan kursi kerja berderet namun kosong tampa penghuni hanya ada dua orang perempuan yang berada di ruangan tersebut, seorang duduk dibalik lemari tepat di samping kiri pintu masuk, dan satu orang yang masuk bersamaku setelah berbincang sekedarnya di luar ruangan tadi ketika baru saja aku tiba; ada seorang perempuan berkacamata –kemudian orang ini yang selanjutnya menjadi Project Officer (PO) ku selama satu tahun bertugas di Jayapura– yang langsung menyapa dan berkata “Pak Syarif?, kok beda yah.. dengan yang di Foto?”. Dan beberapa kata ucapan sambutan sebagai bagian dari perkelanan. Begitu masuk dan dipersilahkan untuk duduk kemudian barulah kita bercakap membahas tentang tujuan awal kenapa aku berada ditempat tersebut, semula hanya pertanyaan yang berkutat tentang identitas yang menjadi topik pembicaraan, siapa nama asli, lahir dimana, tinggal dimana, dan sebaginya. Ketika sampai pada pembahasan lulusan dari mana dan jurusan apa, baru ada pertanyaan yang sedikit mengejutkan; “oh…so you are graduated for English Faculty, huh.” “Well, so for now would you mind if we talk in English?”. Dan dengan ekspresi muka “flat” aku jawab “That’s would be great”. Begitu banyak topik yang menjadi pembahasan dalam wawancara ini, mulai dari pengalaman mengajar, sudah berapa lama menjalani profesi sebagai seorang yang bergelut di dinia pendidikan; hingga sampailah pada pertanyaan inti; “Oke Pak Sarip, bagaimana dengan tawaran kami untuk menjadi seorang Pendamping Sekolah di Jayapura?, Bapak nanti akan tinggal di sana selama satu tahun kedepan, jika Pak Sarip setuju besok senin tanggal enambelas April Bapak langsung terbang ke Jayapura”. Hening seketika itu, dunia terasa gelap tanpa secercah cahayapun yang mampu memberikanku sedikit penerang untuk dapat melangkah melewati setitik moment penting ini. Tak ada pegangan, tak bisa menggambarkan seperti apa bentuk penawaran ini. Hingga hanya keberanin yang tersisa dalam jiwa, dan aku gunakan untuk menjawab pertanyaan yang masih memburam. “Ya, saya siap untuk menjalani in”. Pertanyaan yang mengekspresikan ketidakpercayaan perempuan tersebut bergumam “Oke Bapak, Alhamdulillah. Bagaimana dengan keluarga Pak, apa sudah medapat ijin?”.

IMG_7099

“Saya sudah biasa hidup sendiri dan memutuskan segala hal dalam hidup ini sendiri, InsyaAllah orangtua akan setuju ketika saya kasih kabar setelah ini”. “oh…begitu ya Pak, okelah kalau seperti itu, kita sudah sepakat. Besok Pak Sarip terbang ke Jayapura, nanti malam kami siapkan tiket dan akomodasi sementara sebelum medapatkan tempat tinggal di Jayapura”. Tak ada ritual jabatan tangan diantara kami berdua. Saya langsung pamit untuk segera pulang dan mempersiapkan segala keperluan untuk satu tahun kedepan di pulau lain –Papua—.

Jam sebelas tepat saya sudah berada di ruang Boarding bandara Sukarno-Hatta –Cengkareng— menunggu penerbangan ke Jayapura. Setelah menempuh penerbangan selaa kurang lebih dua jam, saya Transit di Makasar beberapa menit saja, penerbangan dilanjutkan pukul dua waktu Indonesia bagian tengah dan menempuh tiga setengah jam untuk bisa take off di bandara Sentani Jayapura.

“Welcome Home, I just arrived in Jayapura probably for a year later”.

Perihal Sarip Hamid
Seorang yang sejak lama telah belajar menjadi manusia, menjelajahi samudera kehidupan dengan modal keberanian, keyakinan, dan kesabaran. Maka ia pun menemukan apa yang menjadi sebuah motto kehidupan; Think Globally, Act Locally and Keep Originally.

20 Responses to Tugas Pertamaku -“Jayapura”-

  1. yunie mengatakan:

    selamat bertugas dan berjuang d tanah papua… semoga bermanfaat buat sodara2 kita di sana… semangat donk😀

  2. bensdoing mengatakan:

    daerah yg baru…tentunya akan semakin menambah pengalaman baru lagi yach…🙂
    sukses ya gan !

    • sarip2hamid mengatakan:

      Thanks Gan, yah bener banget daerah yg bener-bener BARU, dan semoga menambah khazanah kehidupan yg baru juga untk menjadi semakin dewasa mensikapi kehidupan.🙂

  3. Yudha Qirana mengatakan:

    Selamat bertugas dan semoga lancar..

    *Kunjungan malam..
    salam persahabatan..

  4. Deeniah Al Ahmar mengatakan:

    A million mill started from one little step. You started yours in a huge step, إن شاء ‘الله Syarif bukan hanya mendapat pengalaman Ɣªήğ berarti tapi juga kesuksessan di masa mendatang. So keep your Spirit…..
    Go Go Go… Sмαπƍααττ ! ! ┌┐(•ˋoˊ•)┌┐

  5. Evi mengatakan:

    Pengalaman yang menarik Mas..Bekerja di Jayapura untuk satu tahun pasti punya banyak waktu eksplorasi tanah Papua..Negeri menarik dengan berbagai ada istiadat dan cara hidupnya🙂

    • sarip2hamid mengatakan:

      Yah…pengalaamn yg menarik. dan penuh tantangan untk bisa menyesuaikan diri dengan setiap keunikan dan perbedaan suhu, maknan, adat istiadat, adat, budaya yg sangat berbeda dengan daerah asalku di Salem sana. hehehhe

  6. arnize mengatakan:

    “Saya sudah biasa hidup sendiri dan memutuskan segala hal dalam hidup ini sendiri”
    kapan saya bisa ngomong begitu yaaa -______-“

  7. kontraktor bangunan mengatakan:

    thanx for share your story..:)

  8. ipoer mengatakan:

    jayapura??
    jauh bener..
    enk ga tugas dsna??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: