Sadarilah

Ku tatap garis batas yang menggores cakrawala di upuk senja

Sanubari mencermati camar, bergerombol dan menghangatkan sunyi laut

Sadarku kian menipis di kenyataan hidup yang membuih terombang oleh pasangnya gelombang

Hasrat dan semangat menggebu menyapu berlomba dengan ombak untuk menghantam setiap karang yang menjadi penghalang

Pecundang, jika citamu diukir pada nampan kegalauan atas dalamnya samudera yang membuih bersama gelombang menghilang tertelan angin

Tampak jelas titik yang kau titipkan pada lingkaran-penuh yang memagari bentuk sempurna matahari pagi itu

Bercak kilau emas bertebaran bersama jatuhnya daun kering tumbang, terkoyah tak berarah mengikuti tiupan angin malam

Ku sampaikan setiap niat di kalbu, ku utarakan setiap yang menjadi kenginan dan ku buat kau mengerti akan setiap yang menjadi kebutuhan. Hidupku terlalu sempit untuk menempatkan angan dan bualan yang kau bangga dan sanjung. Hidupku terlalu sebentar untuk dijalani dengan pilihan salah yang kau paksakan hingga nampak damai dan bahagia. Hidupku terlalu berharga untuk kau jadikan kemunafikan yang menjadi jubah kerajaanmu.

Yang aku inginkan hanya kepastian setiap ikrar yang kau ucap, kejernihan setiap pemikiran yang kau usulkan, keikhlasan akan setiap perjuangan dan pengorbanan yang kau berikan.

semoga menjadi baik, karena benar.

Anak selanegara.

Perihal Sarip Hamid
Seorang yang sejak lama telah belajar menjadi manusia, menjelajahi samudera kehidupan dengan modal keberanian, keyakinan, dan kesabaran. Maka ia pun menemukan apa yang menjadi sebuah motto kehidupan; Think Globally, Act Locally and Keep Originally.

37 Responses to Sadarilah

  1. yunie mengatakan:

    tulisan di blog ini kayak crita pribadi nich…dari seorang anak selanegara bener gak ?πŸ™„

  2. pelancongnekad mengatakan:

    “[…]Ku sampaikan setiap niat di kalbu, ku utarakan setiap yang menjadi kenginan dan ku buat kau mengerti akan setiap yang menjadi kebutuhan. Hidupku terlalu sempit untuk menempatkan angan dan bualan yang kau bangga dan sanjung Hidupku terlalu sebentar untuk dijalani dengan pilihan salah yang kau paksakan hingga nampak damai dan bahagia Hidupku terlalu berharga untuk kau jadikan kemunafikan yang menjadi jubah kerajaanmu Yang aku inginkan hanya kepastian setiap ikrar yang kau ucap, kejernihan setiap pemikiran yang kau usulkan, keikhlasan akan setiap perjuangan dan pengorbanan yang kau berikan[…]”

    jadi tersinggung diriku..sering bilang ketemua jam tujuh, eh malah ngaret sampe stengah 8…πŸ™„

  3. Irfan Handi mengatakan:

    Terimakasih inspirasinya kang.

  4. Abed Saragih mengatakan:

    Kunjungan lagi ke blog ini… heheheπŸ™‚
    ditunggu kunjungan dan komentar baliknyaπŸ™‚
    salam persahabatanπŸ™‚

  5. hajarabis mengatakan:

    hanya ingin mengikuti postingan agan .
    postingan yang menarik dan menambah pengetahuan .
    makasih infonya yya gan .

    sempatkan mampir ke website kami
    http://www.hajarabis.com

  6. p4pm4m mengatakan:

    Mampir bentar:mrgreen:

    • sarip2hamid mengatakan:

      Boleh lah,.,lama juga tak apa. anggap saja site orang lain (lolπŸ™‚ ) gk usah sungkan. Bahkan harpan saya setiap yg berkunjung mau stay lama2 dan kasih comment yg banyak,,.

  7. TreTans mengatakan:

    Puisi tingkat tinggi.. kereeennnnzzz…πŸ˜‰

  8. pelancongnekad mengatakan:

    bro, buru mampir ketempatku..
    ada bingkisan untukmu

  9. djakarta182 mengatakan:

    dalem neh bahasanya.. mantab bro..πŸ˜€

  10. yisha mengatakan:

    makasih setuju saling follow

  11. Asop mengatakan:

    Seperti biasa, saya gak bisa berkomentar apa2 kalo posting-an isinya prosa atau puisi…πŸ˜†
    Saya kurang jago memahami makna puisi atau prosa.:mrgreen:

  12. yisha mengatakan:

    anak selanegara,πŸ˜€πŸ˜€

  13. baju wanita mengatakan:

    menarik…sukses ya

  14. onesetia82 mengatakan:

    saya sadar mungkin ini knjungan pertama saya ya . . .πŸ™‚
    salam bloger sob . . .

  15. yisha mengatakan:

    sastra
    sukaaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: