Kado untuk Mama di thn Baru

Pagi ini begitu hangat, berbeda dengan siang dan malam beberapa minggu dan tahun kebelakang. Tatkala hati dirundung keluh dan asa berselimut kesah, sehingga tampak jelas raut wajah khawarit dan gelisah yang teramat pada wajah Ibu saat aku memutuskan untuk hidup sendiri di sapana rantau yang begitu rimba. Bahkan begitu nampak sempurna sketsa tak tega dalam hati Ayah saat itu juga. Tapi tekad ini telah bulat, sekeras karang, setebal bumi yang kabarnya tujuh lapis dan sederas ombak di samudera bebas yang sejarah mencatat dapat menenggelamkan kapal termegah. Maka hanya malaikat Ijroil saja yang akan mampu menahanku ketika itu.

Itu segores garis hitam yang bertabur emas dalam perjalanan menuju muara kehipuan yang sedang dan telah aku tempuh. Saat ini begitu indah dan bangga aku ceritakan pada setiap teman yang bertanya, “Kok kamu bisa hidup begitu tegar ?”

Malam tadi aku bertemu Ibu dalam anganku, lalu kuliah wajah teduhnya. Terasa menusuk jiwa dan menghancurkan nurani ketika ku tatap kedua matanya berlinang mutiara kasih sayang yang begitu jernih, seputih salju di musim gugur, dan sesegar udara pagi di musim semi. Aku tak bisa dan tak pula berani menyimpulkan, kebahagian atau kesedihankah yang sedang Ibu rasakan kala itu, yang aku pikirkan adalah hanya kata ” kenapa, ada apa wahai Ibu ?”

Tahukan wahai Ibu, malam ini dalah malam tahun baru, malam ke sembilan tahunnya aku telah ada dipenggembaraan panjang, malam serats delapan bulan yang begitu haru birunya aku, jika menatap masa-masa silam yang terlewatkan tanpa sebuah harapan dan kenangan. Maka sejujurnya malam ini aku tak mau hal semacam itu terulang lagi.

Ini ada sedikit harapan untuk Ibu yang selama ini aku pendam namun baru sekarang tersampaikan, Aku berniat meng-hajji-kan mu wahai Ibu dan Ayah. Tidak kah itu membuat kalian sedih ? semoga saja benar tidak, karena niat ini begitu susah aku ucapkan, dan begitu pahit aku bulatkan, segetir getah jarak pagar yang sering Ibu jadikan obat saat gigiku sakit. Tapi setelah itu Ibu tahu pasti pahitnya akan menjadikan aku terlelap tidur. Maka niat ini juga aku berharap akan menjadikan Ibu dan Ayah bersyukur telah menjadikan Aku sebagai anak kesayangganmu.

Dan maafkan aku karena baru itu saja yang bisa aku citakan kepada mu, karena baru setitik niat yang sanggup aku gambarkan dalam peta perjalalan keluaarga ini, karean baru segores tinta putih yang aku goreskan dalam garis-garis indah yang kalian ajarkan kepadaku.

Yakinlah aku bisa menjadikannya hitam dalam garis itu, yakinlah aku bisa menebalkan titik kecil dalam peta itu, sehingga menjadi sebuah bulatan yang sempurna.
Doakan aku Ibu dan Ayah, agar menjadi manusia yang menepati niat-niatnya.
Amien,.,.,.,

 

 

Desember, 2009

Anak Selanegara

Perihal Sarip Hamid
Seorang yang sejak lama telah belajar menjadi manusia, menjelajahi samudera kehidupan dengan modal keberanian, keyakinan, dan kesabaran. Maka ia pun menemukan apa yang menjadi sebuah motto kehidupan; Think Globally, Act Locally and Keep Originally.

4 Responses to Kado untuk Mama di thn Baru

  1. pelancongnekad mengatakan:

    wah, kalo saya pernah ngadoin apa ya buat Ibu?
    buku kayaknya, dari gaji sendiri lho *jiaahhhhh

  2. crazywrite88 mengatakan:

    Terima kasih ibu,
    Untuk mewujudkanku ke dunia ini..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: