Pada Akhirnya

Aku ingin menjadi awan yang setia memberi keteduah kepada setiap orang yang terpilih ketika mentari mendidihkan pasir di padang shara, awan yang setia mendapingi perjalanan mereka hingga ujung musim panas dan menjadi air hujan saat itu jua. Namun terkadang hati ini menjadi getir ketika tergiur oleh kabar yang dibawa merpati setiap ada petir menyambar dan memecah kesunyian malam, “Aku takut kejujuran ini menjadi seperti lilin dikegelapan, memberi cahaya kepada siapa saja, tapi diri sendiri meleleh menjadi cairan tak berguna”.
Bagiku hidup ini terlalu sekejap, jika hanya untuk memilih dan memdahulukan hal-hal yang tidak akan menjadikan hidup itu sendiri berarti.
Jadi apa yang selalam ini menutupi matamu untuk bisa tembeus menatap dan melihat kebenaran itu ?
Apa yang bembius mulutmu untuk berkata “Tidak” atas ketidak benaran yag terjadi dalam semesta ini, dan berkata “Iya, mari perjuangkan, lakukan sekarang juga” untuk kebenaran yang hakiki ? Kebenaran yang datang dari Dzat yang menciptakan semesta raya, manusia beserta kehidupannya.
Apa yang telah membekukan hatimu hingga menjadi karang yang berkarat, tak bisa melunak sekedar untuk meyakini kebenaran itu ? bukankah ragamu berbentuk manusia yang fitrahnya adalah cenderung berbuat benar dan baik…?
Ataukah itu hanya patamorgana belaka ? sejatinya dirimu itu telah berefolusi menjadi makhluk menyeramkan yang sanggup menelan malam dan memuntahkan siang ? hingga kau beranggapan tak perlu ada kebenaran dlah kehidupan ini ?

Jika memang demikian, tak apalah.
toh PADA AKHIRNYA, kebenaran itu adalh tetap akan menjadi kebenaran dengan atau tanpa kehadiranmu di sisinya. sekarang waktumu untuk memilih, menjadi pewarna tau terwarnai oleh dan untuk pelangi kehidupan ini ?

January , 2010

Anak Selanegara

Perihal Sarip Hamid
Seorang yang sejak lama telah belajar menjadi manusia, menjelajahi samudera kehidupan dengan modal keberanian, keyakinan, dan kesabaran. Maka ia pun menemukan apa yang menjadi sebuah motto kehidupan; Think Globally, Act Locally and Keep Originally.

2 Responses to Pada Akhirnya

  1. yunie mengatakan:

    Kebenaran tidak pernah salah… klo salah gak ada yang d pilih donk😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: