Bangunkan Aku Jika Kau Mau.

Bangun sayang………####
Pagi telah menjemput mu, ucapkan salam perpisahan dan sampaikan terima kasihmu pada sang malam yang telah memeluk dengan mimpi-mimpi indahnya di kala dingin menjelma.
Kicau-an burung pipit pada setiap tangkai mawar hitam di depan rumah menunjukkan bahwa malam telah pergi tergantikan oleh pagi buta tanpa arah dan tujuan.
Bersyukurlah karena kamu masih bisa menyaksikan senyum indah Ibumu di setiap tatapan pertama dalam hari-hari berat mu.
Tidakkah kamu tahu rasanya, betapa berat hari-hari yang akan kau lewati di masa kelak, ketika kicau burung pipit itu ter-gantikan oleh suara “Kring-Kring” jam weaker yang kau letakkan di dekat ranjang tidurmu.
Dan senyum indah Ibumu itu ter-hapuskan oleh keruwetan masalah yang belum terpecahkan kemarin sore sebelum tidur, dan ter-gantikan oleh ocehan cerewet jadwal aktivitas yang menjadikan mu seperti burung Cenderawasih dalam sangkar emas.
Kesibukan itu terkadang menjadikanmu manusia yang tak pernah di ceritakan Ibu saat akan tidur waktu lalu.
Dan tahukah kamu, cerita itu adalah harapan dan do’a bagimu wahai Anakku terkasih.

Hari-harimu kini dipenuhi oleh keserakahan akan dunia dan kegemerlapannya, kesungguhan mu dalam setiap aktivitas yang menjadikanmu seperti bukan manusia, melainkan menjadikanmu seperti angin yang tak bisa menentukan arah dan kecepatan, sehingga apa pun yang menghalanginya akan di terjang tanpa pertimbangan norma-norma yang Ibu dan Ayah terapkan di rumah pada saat keluarga itu masih terbilang ideal.
Di mana kamu masih menjadi seorang anak yang lucu dan imut, yang selalu menuruti apa yang Ibu perintahkan dan dilarang-nya.
Dan kamu selalu mempercayai apa yang Ayah ceritakan sebagai penghibur lara di saat kau jengkel dengan keadaan.

Harusnya kamu bisa mempertahankan keadaan seperti itu, meski dengan cara yang berbeda, meski dengan keadaan yang tak sama pula.
Harusnya kamu menjadi dewasa dengan kepergian Ibu menyusul Ayahmu di alam Barjah waktu itu.
Harusnya kamu menjadi lebih mandiri dengan kehidupan yang memaksamu berjuang sendirian tanpa bantuan orang-orang tercinta.
Tidakkah kau merasakan lelah dengan semua keadaan ini ?
Tidakkah kamu merasa letih dengan semu sikap itu ?
Tidakkah kamu merasa berubah terlalu jauh dengan keadaan seperti itu ?
Tidakkah kau sadari hal itu adalah keliru dan segeralah sadar wahai Anakku yang manja.

Kamu adalah Harapan di sepanjang nyawaku.
Kamu adalah do’a yang ku panjatkan di setiap tangisan di tengah malamku.
Kamu adalah harta terbesar yang pernah aku miliki untuk selamanya.
Kamu adalah bukti kesungguhanku akan perjuangan menuju sebuah tujuan dalam setiap kehidupan sebuah keluarga biasa seperti saat itu ada.

Maka segeralah bangun wahai Anakku tersayang………!$##
Segera sadar diri atas semu kekeliruan yang telah kau lewati semenjak ditinggal Kami (berdua).
Segera kembali kepada jalan yang Rabb perintahkan.
Yaitu jalan yang akan menyampaikanmu ke muara kebahagiaan sepanjang jaman.
Jalan yang penuh dengan duri dan berakhir di taman Bunga.
Jalan yang tak semua orang bisa mengerti melainkan melalui sebuah pemikiran yang menyeluruh, mendalam, dan cemerlang.
Metode itu akan menjadikan sebuah Idelogi yang akan membulatkan karakteristik manusia menjadi fitrah.

Bukankah itu sudah menjadi sikap dan pribadimu ketika masih bersama kami (Berdua) di waktu itu ?
Lalu kemanakah semu itu saat ini ?
Haruskan Aku bangunkan kamu wahai Permata hatiku..?!

November, 2009

Anak Selanegara

Perihal Sarip Hamid
Seorang yang sejak lama telah belajar menjadi manusia, menjelajahi samudera kehidupan dengan modal keberanian, keyakinan, dan kesabaran. Maka ia pun menemukan apa yang menjadi sebuah motto kehidupan; Think Globally, Act Locally and Keep Originally.

6 Responses to Bangunkan Aku Jika Kau Mau.

  1. Faiz Ezra mengatakan:

    Hari-harimu kini dipenuhi oleh keserakahan akan dunia dan kegemerlapannya, kesungguhan mu dalam setiap aktivitas yang menjadikanmu seperti bukan manusia,,, makasih sudah mengingat khan

  2. yunie mengatakan:

    Bangun… bangun… udah siang lhooo😉

  3. pelancongnekad mengatakan:

    woy bangun woy!
    cucian dah numpuk tuh!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: